16 Juni 2016
At Gd. Dwipa Mandala, UNIM mojokerto
From Himaprodi Ilmu Pemerintahan. FISIP, Universitas Islam Majapahit
“ Menyikapi kasus pelecahan seksual yang terjadi di berbagai daerah : STUDY KRITIS PERPPU KEBIRI”
At Gd. Dwipa Mandala, UNIM mojokerto
From Himaprodi Ilmu Pemerintahan. FISIP, Universitas Islam Majapahit
“ Menyikapi kasus pelecahan seksual yang terjadi di berbagai daerah : STUDY KRITIS PERPPU KEBIRI”
Karena makin maraknya berita tentang seksualitas, kita mencari celah bagaimana hal itu bisa terkurangi bukan bagaimana menghilangkannya. Di era Kapitalis sekarang kerakusan melanda penguasa, sistem-sistem kanan meraja lela, dan rasa keingin tahuan (KEPO) menguasai pikiran-pikiran labil, dan bukan hal yang tabu lagi apabila hasrat sex anak-anak menjadi salah satu peleburan harkat bangsa kita.
Dari itu kami mengambil momentum bulan suci ramadhan mengadakan diskusi panel yang diakhiri dengan buka bersama. suasana hangat fisip family menyelimuti alur jalannya diskusi tentang menyikapi hukum kebiri ini bahwasanya belum tepat untuk menghukum para pelaku sex, karena kebiri lebih cocok pada kasus pemaksaan atau ancaman dan berakhir dengan pemerkosaan. Bagaimana jika kedua pelaku sex atas dasar suka sama suka, mana yang akan kita salahkan ? atau kita akan menyalahkan kedua-duanya ? dan bagaimana pula jika sang pelaku adalah masih terhitung dibawah umur ?
Oleh karena itu sebaiknya kita lebih memperhatikan bimbingan-bimbingan kejiwaan yang benar, dengan memperhatikan pergaulan-pergaulan remaja saat ataupun anak-anak saat ini, dan peran yang sangat mendominasi adalah perhatian dan kasih sayang para orang tua serta lingkungan sekitar. Sekali-kali orang tua perlu mengontrol kebebasan yang diberikan kepada anaknya, dan lingkungan sekitar akan menjadi sebuah wadah berproses masa depan seseorang.
Dari itu kami mengambil momentum bulan suci ramadhan mengadakan diskusi panel yang diakhiri dengan buka bersama. suasana hangat fisip family menyelimuti alur jalannya diskusi tentang menyikapi hukum kebiri ini bahwasanya belum tepat untuk menghukum para pelaku sex, karena kebiri lebih cocok pada kasus pemaksaan atau ancaman dan berakhir dengan pemerkosaan. Bagaimana jika kedua pelaku sex atas dasar suka sama suka, mana yang akan kita salahkan ? atau kita akan menyalahkan kedua-duanya ? dan bagaimana pula jika sang pelaku adalah masih terhitung dibawah umur ?
Oleh karena itu sebaiknya kita lebih memperhatikan bimbingan-bimbingan kejiwaan yang benar, dengan memperhatikan pergaulan-pergaulan remaja saat ataupun anak-anak saat ini, dan peran yang sangat mendominasi adalah perhatian dan kasih sayang para orang tua serta lingkungan sekitar. Sekali-kali orang tua perlu mengontrol kebebasan yang diberikan kepada anaknya, dan lingkungan sekitar akan menjadi sebuah wadah berproses masa depan seseorang.








0 komentar:
Posting Komentar